30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia

Indonesia menentukan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia yang terdiri dari 30 makanan dan minuman khas Indonesia mulai dari makanan pembuka, menu utama, hidangan penutup, hingga kudapan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, di Jakarta, Jumat (14/12), mengatakan, saat ini sudah ada 30 ikon kuliner Indonesia yang disusun oleh para pakar dan praktisi kuliner Indonesia.

Penetapan ikon tersebut diawali dengan mendaftar kekayaan budaya kuliner tradisional yang diwariskan turun-temurun, kemudian diseleksi melalui beberapa kriteria.

Kriteria itu diantaranya bahan mudah diperoleh baik di dalam maupun di luar negeri, dikenal masyarakat luas secara nasional, dan ada pelaku secara profesional yang bukan dari kalangan ibu rumah tangga.

Nantinya, ikon itu akan dilengkapi dengan resep yang dibakukan disertai penjelasan videografis tentang proses pembuatannya untuk tujuan replikasi maupun dokumentasi.

Penentuan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia itu tidak dikaitkan dengan paten, trademark, maupun copyright. Menteri pun menyadari penentuan 30 ikon kuliner tradisional Indonesia saat inibelum sepenuhnya mewakili “kayanya” budaya kuliner tradisional yang berkembang di seluruh pelosok Tanah Air. Salah satunya kuliner dari pulau Kalimantan dan wilayah timur Indonesia tidak masuk dalam ikon kuliner saat itu. Tentu saja bisa dikatakan bukan ikon kuliner tradisional “Indonesia”.

Namun, di luar itu semua keterwakilan 30 ikon tersebut menggunakan “Nasi Tumpeng” sebagai “ujung tombak” kuliner Nusantara dengan pertimbangan memiliki dasar filosofis Indonesia yang kuat serta mempresentasikan budaya makan orang Indonesia, visualisasi atraktif dari segi tampilan dan rasa, dan dapat dijadikan sebagai menu wajib restoran Indonesia di luar negeri.

Selain itu, mudah dalam membangun cerita (hype) tentang masakan itu dan mudah dikombinasikan dengan ikon kuliner lainnya. Ikon kuliner terpilih itu antara lain, Rendang Padang, Es Bir Pletok Jakarta, Kunyit Asam Solo, Asam Padeh Ikan Tongkol Padang, Ayam Goreng Lengkuas Bandung, Sayur Kapau, Pindang Patin Palembang, Nasi Kuning Yogyakarta, dan Nasi Goreng Kampung.

Selain itu, Es Dawet Banjarnegara, Klappertaart Manado, Kolak Pisang Ubi Bandung, Serabi Bandung, Ayam Panggang Bumbu Rujak, Kue Lumpur Jakarta, Nagasari Yogyakarta, Satai Ayam Madura, Satai Maranggi Purwakarta, dan Satai Lilit Bali.

Selanjutnya, Nasi Liwet Solo, Lumpia Semarang, Urap Sayuran Yogyakarta, Gudeng Yogyakarta, Gado-gado Jakarta, Asinan Jakarta, Rawon Surabaya, Soto Ayam Lamongan, Bakso, Laksa Bogor, dan Sarikayo Minangkabau.