Tahukah kalian beberapa waktu lalu Presiden melakukan perubahan atau reshuffle pada Kabinetnya, ada 2 perubahan nama kementrian yang paling mencolok diantaranya adalah Kementrian Pendidikan yang berubah nama menjadi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementrian Pariwisata dan Kebudayaan yang berubah nama menjadi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mengapa Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ? Industri kreatif dipandang semakin penting dalam mendukung kesejahteraan dalam perekonomian, berbagai pihak berpendapat bahwa “kreativitas manusia adalah sumber daya ekonomi utama” dan bahwa “industri abad kedua puluh satu akan tergantung pada produksi pengetahuan melalui kreativitas dan inovasi. Ekonomi kreatif atau Industri Kreatif dapat diartikan sebagai kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi. Industri kreatif juga dikenal dengan nama lain Industri Budaya (terutama di Eropa atau juga Ekonomi Kreatif).
Berbagai pihak memberikan definisi yang berbeda-beda mengenai kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam industri kreatif. Bahkan penamaannya sendiri pun menjadi isu yang diperdebatkan dengan adanya perbedaan yang signifikan sekaligus tumpang tindih antara istilah industri kreatif, industri budaya, dan ekonomi kreatif.
Sedangkan Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
Hal ini terlah tertuang dalam Rencana Pengembangan Ekonomi Kreatif 2009-2015 dengan misi “Memberdayakan Sumber Daya Insani Indonesia Sebagai Modal Utama Pembangunan Nasional” yang digalakan oleh Kementrian Perdagangan.
 
Industri kreatif mulai masuk dan dilirik di Indonesia sekitar tahun 2006. Pada saat itu, Menteri Perdagangan RI, Dr Mari Elka Pangestu meluncurkan program “Indonesia Design Power” di jajaran Departemen Perdagangan RI, suatu program pemerintah yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia dipasar domestik maupun ekspor. Presiden RI pada pidatonya pada pembukaaan Pameran Pekan Budaya Indonesia saat itu juga tengah bersiap-siap menyambut era Ekonomi Kreatif ini, yang Beliau sebut sebagai ekonomi gelombang ke-4. Indonesia Design Power adalah sebuah rangkaian progam yang diinisiasi oleh Departemen Perdagangan RI yang berupaya meningkatkan peranan desain maupun indutstri-industri kreatif lainnya agar lebih banyak didaya upayakan didalam perekonomian nasional. Berupaya mengangkat Ekonomi Kreatif (Creative Economy) kedalam wacana pembangunan nasional. Saat itu terdapat 15 kategori bidang kreatif yang masuk kedalam Creative Ekonomi yang akan diangkat ke permukaan. Bermacam Intelektual Exercises telah dicoba dilakukan sejak awal 2006 oleh Pemerintah, khususnya Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian, Kementerian Koperasi & UKM, dan juga Kadin. Diawali dengan Seminar dan Lokakarya bulan Juli di Jakarta, dilanjutkan dengan upaya revitalisasi Pameran Produk Export (PPE), Program IDP telah diusulkan sebagai agenda dari 2 Departemen dan 1 Kementerian dan akan meluncur hingga 2010.
 
Ekonomi kreatif di Indonesia akan tumbuh dan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi kedepan. Masa depan perekonomian tidak bisa hanya mengandalkan ekonomi pertanian, industri, dan jasa konvensional. Selama ini ketiga hal tersebut menjadi tulang punggung perekonomian kita. Pada tahun 2009 yang lalu saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara Pekan Produk Kreatif Indonesia 2009 , di Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (26/6/2009) mengatakan, “industri kreatif akan berkembang di negara tercinta Indonesia. Industri ini menjadi salah satu masa depan perekonomian.” Kemudian dibeberapa pidatonya muncul kalimat berikut, “Namun, perlu juga menjadi perhatian utama untuk dikembangkan dua ekonomi lainnya. Yakni, ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif,” hal ini menjelaskan bahwa sejak 2009 Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah diwacanakan untuk bersinergi menjadi satu.
 
(REVISI KE-2, diolah dari berbagai sumber)
BERSAMBUNG…
Ditunggu ya…